SCHOOLING

B. F. Skinner quote: Education is what survives when what has been ...


Schooling adalah sebuah proses pendidikan formal yang diatur dan terstruktur secara ketat. Pengaturan dan penstrukturan sebuah proses pendidikan sering mengurangi pencapaian pembelajar karena tekanan yang berlebihan dan tidak tepat. Itulah salah satu penyebab proses pendidikan non-formal di lembaga-lembaga bantuan belajar banyak bermunculan, sampai-sampai mengganggu sistem pembelajaran formal di sekolah.

Sebenarnya pengaturan dan penstrukturan sebuah proses pendidikan perlu dilakukan, khususnya bila berbicara tentang kendali nasional oleh sebuah negara. Namun seharusnya pengaturan tersebut harus menyeimbangkan HARAPAN-TUNTUTAN yang dibebankan kepada para murid dengan DUKUNGAN yang diberikan oleh negara, masyarakat, dan keluarga. Menjaga keseimbangan kedua aspek ini adalah sebuah seni.

Kalaupun schooling adalah sebuah proses pendidikan, kita harus sadar bahwa pendidikan yang utuh itu lebih luas dari sekolah–nasional, nasional plus, ataupun internasional. Masih banyak pengetahuan, ketrampilan, dan sikap hati yang hanya bisa dikembangkan di luar sekolah. Pada saat itulah diperlukan penguatan peran keluarga, lembaga agama, dan masyarakat! Kenyataannya di Indonesia, pemerintah terlalu fokus kepada schooling dan menomor-duakan pendidikan non-formal serta mengabaikan informal (pendidikan masyarakat). Indikatornya adalah perbandingan jumlah dana yang dialokasikan dan pemrograman nasional yang diperjuangkan.

Beberapa waktu terakhir ini, schooling “dipaksa” untuk kembali ke rumah dengan memakai platform online. Ketidaksiapan sekolah dan rumah tangga membuat prosesnya tidak optimum. Sekolah dan orang tua masih mengharapkan “struktur”, namun pada saat yang sama bingung dengan pelaksanaannya. Semoga dis-equilibrium yang sekarang ini segera menemukan equilibriumnya kembali.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *